Selasa, 28 Oktober 2014

Tempat ngopi di Bandung

Ada banyak berbagai tipe tempat ngopi di Bandung dengan variasi konsep yang ditujukan untuk menarik perhatian konsumen. Ada yang menyajikan kopi dengan kualitas cukup tinggi dengan harga yang cukup mahal yang memang ditujukan untuk menengah ke atas. Ada juga yang menawarkan tempat yang nyaman disertai pelayanan yang ramah dan fasilitas pendukung serta menghibur pengunjung seperti live music dan akses internet maupun tempat yang cocok untuk melakukan kegiatan beramai-ramai seperti nonton bareng pertandingan sepakbola langsung. Ya, banyak alasan mengapa masyarakat memilih tempat ngopi yang terbaik untuk diri mereka.
Jadi tempat mana yang dapat menjadi rekomendasi untuk menikmati secangkir kopi sekaligus tempat nongkrong atau bersosiliasasi? Semuanya tergantung anda, isi dompet anda, waktu, lokasi, jenis kopi yang dicari, komunitas dan lainnya. Jika anda tidak bisa tidur pada malam hari karena begadang atau melakukan aktivitas tertentu, terdapat beberapa tempat ngopi 24 jam di Bandung seperti Bober Café (Jl. Riau 123 dan Jl. Sumatera 5) atau Oh La La Café Bandung (Plaza Dago).
Atau anda dapat menyusuri Jalan Progo dan Hasanuddin dimana terdapat berbagai jenis cafe disana dengan konsep dan interior yang menarik. Jika anda ingin membeli berbagai kopi robusta dan arabika yang berkualitas dan diolah dengan cara tradisional sebagai oleh-oleh atau untuk dikonsumsi di rumah, anda dapat mengunjungi Toko Kopi Aroma, yang terletak di Jalan Banceuy Nomor 51, Bandung.
Berikut adalah beberapa tempat ngopi yang dapat dikategorikan asyik dan enak di Kota Bandung. Daftar di bawah ini dirilis bukan berdasarkan parameter terbaik (kualitas kopi) tetapi menjadi tempat yang ramai dikunjungi dan sering ada di sosial media seperti foursquare and twitter. Klik gambar untuk mengetahui alamat lokasi, harga dan penjelasan lainnya.

Selain 14 tempat diatas, lokasi tempat ngopi lain yang menjadi favorit di Bandung khususnya yang selalu dikunjungi atau sebagai tempat nongkrong pada anak muda adalah

1. Kopi Selasar (Selasar Sunaryo Art Space) di Jl. Bukit Pakar Timur No. 100 Dago.
2. Sierra Café & Lounge (Jl. Bukit Pakar Timur No. 33 Dago)
3. Green Cafe & Resto Bandung (Jl. Diponegoro No. 26)
4. The Sugarush ( Jl. Braga No. 83)
5. Dakken Coffee & Steak (Jl. RE. Martadinata No. 67)
6. Noah’s Barn Coffeenery (Jl. Garuda 39 Bandung Barat)
7. Café Halaman (Jl. Taman Sari 92)
8. Kopi Purnawarman (JL. Alkateri, No. 22)
9. Bengawan Solo Coffee (Jl. Pasirkaliki No. 121 dan Cihampelas Walk GF 15A-16A)
10. Yellow Truck (Jl. Pajajaran 6A)
11. Lacamera Coffee (Jl. Naripan no 97)
12. Two Cents Brew Believer Coffee (Jl. Cimanuk 2, Bandung)
13. Bober Caffe (Jln.Riau dan Jln.sumatra,Bandung)
14. Siette Coffe (Jln.Dayang sumbi,Bandung)

tulas-tulis

Kopi,adalah sebuah tumbuhan yang bagi banyak orang dijadikan sebuah kenikmatan dan ada juga yang dijadikan sebuah mata pencaharian,indonesia merupakan peng-expor kopi terbesar di dunia,menduduki peringkat ke 3 dunia.
why i'am like a coffee?
Cerita dari sebuah pagi di tahun 2009 ketika masih duduk di bangku sekolah SMP,saya diajak oleh seorang teman yang bernama Ade nashrudin,ia adalah orang pertama yang mengajak saya minum kopi di sebuah warung kecil yang letak nya di kota kecil dan tidak terlalu kecil.Ciamis nama sebuah kota dimana aku dilahirkan dan dibesarkan dengan sebuah pendidikan pesantren bertaraf modern orang menyebutnya,pondok pesantren Ar-Risalah yang sebagian orang menyebutnya itu bak penjara di tengah laut tapi yang membedakan ini terletak di tengah sawah dan bukit yang kecil.
  Disinilah kisah berawal,tidak ada yang menyangka bahwa saya adalah lulusan pesantren,dengan penampilan selengean,cuek,lempeng dan style nya biasa aja.orang memanggil saya "Upii" jauh dari serapan nama asli saya yang bernama "Yusuf Nur'arifin",yang jadi pertanyaan nya adalah upii nya dari mana coba? oke kita kupas sekarang,entah bagaimana cerita nya orang tua saya memanggil nama itu tapi yang jelas setelah saya sadar ketika berumur 5 tahun kok saya 'ngalieuk' di panggil upii? usut-punya usut ternyata upii adalah panggilan sayang kedua orang tua saya..anjisss..

Enjoy Coffee

Pada dasarnya, cara yang benar untuk menikmati kopi adalah jika Anda tahu bagaimana kopi tersebut bermanfaat bagi tubuh Anda. Cara yang salah adalah jika kopi justru membuat Anda sakit. Contohnya jika Anda harus menyelesaikan pekerjaan semalaman, lalu minum banyak kopi untuk membuat Anda terus terjaga. Perlu Anda ingat bahwa kopi mengandung racun yang bernama kafein. Seperti obat, kafein bisa menyehatkan sekaligus melukai kita. Terlalu banyak kafein bisa menimbulkan gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, mudah marah, dan gangguan tidur.

Kesalahan lainnya adalah membiarkan anak Anda minum kopi sebagai ganti minuman bergizi lain yang dibutuhkan anak. Kafein dalam kopi bisa berbahaya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Kafein dapat mencuri kalsium dari tulang, dan bisa membuat tulang anak menjadi rapuh.

Inilah cara minum kopi yang disarankan:


Minum lebih sering dalam dosis kecil. Cukup minum seperempat cangkir kopi setiap jam. Jika Anda meminumnya untuk mencegah kantuk, cara ini lebih efektif daripada jika Anda menenggak satu mug besar.

Singkirkan rokok Anda. Minum kopi sambil merokok justru mengurangi daya tahan kafein.

Sesap kopi Anda, lalu tidurlah. Inilah cara terbaik untuk memulihkan energi. Minumlah kopi, lalu tiduran 10 hingga 20 menit. Selama itulah kopi juga membutuhkan waktu untuk menampakkan khasiatnya. Lagi pula, tidur memang satu-satunya cara untuk menjadi bugar. Dengan demikian, Anda akan terbangun dalam keadaan betul-betul segar.

Isi dulu perut Anda. Bohong bila ada yang mengatakan bahwa minum kopi bisa menyingkirkan rasa lapar. Hal itu hanya membuat perut Anda kembung. Justru Anda harus makan sebelum minum kopi.

Anda tidak perlu minum kopi bila:

1. Anda merasa gelisah setelah meminum kopi.
2. Anda mengalami kesulitan tidur (insomnia).
3. Anda punya masalah dengan perut, atau gangguan dalam pencernaan.
4. Anda ingin buru-buru merokok setelah minum kopi.
5. Anda sedang mengonsumsi obat flu atau sakit kepala yang juga mengadung kafein. Hal ini akan melebihi kuota kafein yang aman.

History Coffee

Sejarah kopi telah dicatat sejauh pada abad ke-9. Pertama kali, kopi hanya ada di Ethiopia, di mana biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi pun telah meluas sampai ke Afrika Utara dan biji kopi di sana ditanam secara massal. Dari Afrika Utara itulah biji kopi mulai meluas dari Asia sampai pasaran Eropa dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar.
SEJARAH KOPI DI  INDONESIA
Kopi pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1696 dari jenis kopi Arabika. Kopi ini masuk melalui Batavia (sekarang Jakarta) yang dibawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen dari Malabar - India, yang kemudian ditanam dan dikembangkan di tempat yang sekarang dikenal dengan Pondok Kopi -Jakarta Timur, dengan menggunakan tanah partikelir Kedaung. Sayangnya tanaman ini kemudian mati semua oleh banjir, maka tahun 1699 didatangkan lagi bibit-bibit baru, yang kemudian berkembang di sekitar Jakarta dan Jawa Barat antara lain di Priangan, dan akhirnya menyebar ke berbagai bagian dikepulauan Indonesia seperti Sumatera, Bali, Sulawesi dan Timor.
Kopi pun kemudian menjadi komoditas dagang yang sangat diandalkan oleh VOC. Tahun 1706 Kopi Jawa diteliti oleh Belanda di Amsterdam, yang kemudian tahun 1714 hasil penelitian tersebut oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh Raja Louis XIV.
Ekspor kopi Indonesia pertama kami dilakukan pada tahun 1711 oleh VOC, dan dalam kurun waktu 10 tahun meningkat sampai 60 ton / tahun. Hindia Belanda saat itu menjadi perkebunan kopi pertama di luar Arab dan Ethiopia, yang menjadikan VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 – 1780. Kopi Jawa saat itu sangat tekenal di Eropa, sehingga orang-orang Eropa menyebutnya dengan “ secangkir Jawa”. Sampai pertengahan abad ke 19 Kopi Jawa menjadi kopi terbaik di dunia.
Produksi  kopi  di Jawa mengalami peningkatan yang cukup siginificant, tahun 1830 – 1834 produksi kopi Arabika mencapai 26.600 ton, dan 30 tahun kemudian meningkat menjadi 79.600 ton dan puncaknya tahun 1880 -1884 mencapai 94.400 ton.
Selama 1 3/4 (Satu – tiga perempat) abad kopi Arabika merupakan satu-satunya jenis kopi komersial yang ditanam di Indonesia. Tapi kemudian perkembangan budidaya kopi Arabika di Indonesia mengalami kemunduran hebat, dikarenakan serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) , yang masuk ke Indonesia sejak tahun 1876.  Akibatnya kopi Arabika yang dapat bertahan hidup hanya yang berada pada ketinggian 1000 m ke atas dari permukaan laut,  dimana serangan penyakit ini tidak begitu hebat.  Sisa-sisa tanaman kopi Arabika ini masih dijumpai di  dataran tinggi ijen (Jawa Timur) , Tanah Tinggi Toraja ( Sulawesi Selatan), lereng bagian atas Bukit Barisan ( Sumatera) seperti Mandhailing, Lintong dan Sidikalang di Sumatera Utara dan dataran tinggi Gayo di Nangroe Aceh Darussalam.
Untuk mengatasi serangan hama karat daun kemudian Pemerintah Belanda mendatangkan Kopi Liberika (Coffea Liberica) ke Indonesia pada tahun 1875. Namun ternyata jenis ini pun juga mudah diserang penyakit karat daun dan kurang bisa diterima di pasar karena rasanya yang terlalu asam. Sisa tanaman Liberica saat ini masih dapat dijumpai di daerah Jambi, Jawa Tengah dan Kalimantan.
Usaha selanjutnya dari Pemerintah Belanda adalah dengan mendatangkan kopi jenis Robusta ( Coffea Canephora) tahun 1900, yang ternyata tahan terhadap penyakit karat daun dan memerlukan syarat tumbuh serta pemeliharaan yang ringan , sedangkan produksinya jauh lebih tinggi . Maka kopi Robusta menjadi cepat berkembang menggantikan jenis Arabika khususnya di daerah – daerah dengan ketinggian di bawah 1000 m dpl dan mulai menyebar ke seluruh daerah baik di Jawa, Sumatera maupun ke Indonesia bagian timur.
Semenjak Pemerintah Hindia Belanda meninggalkan Indonesia, perkebunan rakyat terus tumbuh dan berkembang, sedangkan perkebunan swasta hanya bertahan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian kecil di Sumatera; dan perkebunan negara (PTPN) hanya tinggal di Jawa Timur dan Jawa Tengah.